<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Al-Manhaj &#187; Dakwah</title>
	<atom:link href="http://azhari1991.wordpress.com/category/dakwah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://azhari1991.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Apr 2008 04:12:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='azhari1991.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/3a568dfb7692dd6dfb0e1bfb7060208c?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Al-Manhaj &#187; Dakwah</title>
		<link>http://azhari1991.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://azhari1991.wordpress.com/osd.xml" title="Al-Manhaj" />
		<item>
		<title>Hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad saw</title>
		<link>http://azhari1991.wordpress.com/2008/04/24/hukum-memperingati-maulid-nabi-muhammad-saw/</link>
		<comments>http://azhari1991.wordpress.com/2008/04/24/hukum-memperingati-maulid-nabi-muhammad-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 04:09:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azhari1991</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[dark]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azhari1991.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[






Hukum Memperingati Maulid Nabi
Penulis: Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah
Aqidah, 29 Maret 2007, 20:28:03
Sungguh banyak sekali pertanyaan yang diajukan oleh   kebanyakan kaum muslimim tentang hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad   sholallahu ‘alahi wa sallam dan hukum mengadakannya setiap kelahiran beliau.
Adapun jawabannya adalah : TIDAK BOLEH merayakan peringatan maulid nabi  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azhari1991.wordpress.com&blog=3486418&post=7&subd=azhari1991&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<table class="MsoNormalTable" style="border:1pt solid black;width:480pt;" border="1" cellpadding="0" width="640">
<tbody>
<tr>
<td style="border:medium none;padding:0.75pt;">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong>Hukum Memperingati Maulid Nabi</strong><br />
Penulis: Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah<br />
Aqidah, 29 Maret 2007, 20:28:03</p>
<p class="MsoNormal">Sungguh banyak sekali pertanyaan yang diajukan oleh   kebanyakan kaum muslimim tentang hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad   sholallahu ‘alahi wa sallam dan hukum mengadakannya setiap kelahiran beliau.</p>
<p>Adapun jawabannya adalah : TIDAK BOLEH merayakan peringatan maulid nabi   karena hal itu termasuk bid’ah yang diada-adakan dalam agama ini, karena   Rasulullah tidak pernah merayakannya, tidak pula para Khulafaur Rasyidin dan   para Sahabat, serta tidak pula para tabi’in pada masa yang utama, sedangkan   mereka adalah manusia yang paling mengerti dengan As-Sunnah, paling cinta   kepada Rasulullah, dan paling ittiba’ kepada syari’at beliau dari pada   orang–orang sesudah mereka.</p>
<p>Dan sungguh telah tsabit (tetap) dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,   bahwa beliau bersabda : “Barang siapa mengadakan perkara baru dalam (agama)   kami ini yang tidak ada asal darinya, maka perkara itu tertolak. “(HR.   Bukhari Muslim).</p>
<p>Dan beliau telah bersabda dalam hadits yang lain : “(Ikutilah) sunnahku dan   Sunnah Khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk sesudahku. Peganglah   (kuat-kuat) dengannya, gigitlah sunnahnya itu dengan gigi gerahammu. Dan   jauhilah perkara-perkara yang diadakan-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah   itu sesat. (HR. Tirmidzi dan dia berkata : Hadits ini hasan shahih).</p>
<p>Dalam kedua hadits ini terdapat peringatan yang keras terhadap mengada-adakan   bid’ah dan beramal dengannya. Sungguh Alloh telah berfirman : “Apa yang telah   diberikan Rasul kepadamu, maka ambillah dan apa yang dilarangnya bagimu maka   tinggalkanlah. “(QS. Al-Hasyr : 7).<br />
Alloh juga berfirman : “Maka hendaknya orang yang menyalahi perintah-Nya,   takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih. “(QS. AN-Nuur : 63).</p>
<p>Allah juga berfirman : “Orang-orang yang terdahulu yang pertama-tama (masuk   Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang   mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dan mereka ridho   kepada Allah. Dan Allah menyediakan untuk mereka surga-surga yang di bawahnya   ada sungai-sungai yang mengalir, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.   Itulah keberuntungan yang besar. “(QS. At-Taubah : 100).</p>
<p>Allah juga berfirman : “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu   dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku dan Aku ridha Islam sebagai agamamu.   “(QS. Al Maidah : 3). Dan masih banyak ayat yang semakna dengan ini.</p>
<p>Mengada-adakan Maulid berarti telah beranggapan bahwa Allah ta&#8217;ala belum   menyempurnakan agama ini dan juga (beranggapan) bahwa Rasulullah belum   menyampaikan seluruh risalah yang harus diamalkan oleh umatnya. Sampai   datanglah orang-orang mutaakhirin yang membuat hal-hal baru (bid’ah) dalam   syari’at Allah yang tidak diijinkan oleh Allah.</p>
<p>Mereka beranggapan bahwa dengan maulid tersebut dapat mendekatkan umat islam   kepada Allah. Padahal, maulid ini tanpa di ragukan lagi mengandung bahaya   yang besar dan menentang Allah dan Rasul-Nya karena Allah telah menyempurnan   agama Islam untuk hamba-Nya dan Rasulullah telah menyempurnakan seluruh   risalah sampai tak tertinggal satupun jalan yang dapat menghubungkan ke surga   dan menjauhkan dari neraka, kecuali beliau telah meyampaikan kepada umat ini.</p>
<p>Sebagimana dalam hadits shohih disebutkan, dari Abdullah bin Umar   radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa   sallam bersabda : “Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali wajib atas   nabi itu menunjukkan kebaikan dan memperingatkan umatnya dari kejahatan yang   Allah ajarkan atasnya. “(HR. Muslim).</p>
<p>Dan sudah diketahui bahwa Nabi kita adalah Nabi yang paling utama dan penutup   para Nabi. Beliau adalah Nabi yang paling sempurna dalam menyampaikan risalah   dan nasehat. Andaikata perayaan maulid termasuk dari agama yang diridhoi oleh   Allah, maka pasti Rasulullah akan menerangkan hal tersebut kapada umatnya   atau para sahabat melakukannya setelah wafatnya beliau.</p>
<p>Namun, karena tidak terjadi sedikitpun dari maulid saat itu, dapatlah di   ketahui bahwa Maulid bukan berasal dari Islam, bahkan termasuk dalam bid’ah   yang telah Rasulullah peringatkan darinya kepada umat beliau. Sebagaimana dua   hadits yang telah lalu. Dan ada juga hadits yang semakna dengan keduanya,   diantaranya sabda beliau dalam khutbah Jum’at : “Amma ba’du, maka   sebaik-baiknya perkataan adalah Kitabullah (Al-Qur’an) dan sebaik-baiknya   petunjuk adalah petunjuk Muhammad. Dan sejelek-jeleknya perkara adalah   perkara yang di ada-adakan dan setiap bid’ah itu sesat. “(HR. Muslim).</p>
<p>Ayat-ayat dan hadits-hadits dalam bab ini banyak sekali, dan sungguh   kebanyakan para ulama telah menjelaskan kemungkaran maulid dan memperingatkan   umat darinya dalam rangka mengamalkan dalil-dalil yang tersebut di atas dan dalil-dalil   lainnya.</p>
<p>Namun sebagian mutaakhirin (orang-orang yang datang belakangan ini)   memperbolehkan maulid bila tidak mengandung sedikitpun dari beberapa   kemungkaran seperti : Ghuluw (berlebih-lebihan) dalam mengagungkan   Rasulullah, bercampurnya wanita dan laki-laki, menggunakan alat-alat musik   dan lain-lainnya, mereka menganggap bahwa Maulid adalah termasuk BID’AH   HASANAH, sedangkan kaidah Syara’ (kaidah-kaidah / peraturan syari’at ini)   mengharuskan mengembalikan perselisihan tersebut kepada kitab Allah dan   sunnah Rasulullah, sebagaimana Allah berfirman :<br />
“ Hai orang-orang yang beriman taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu   kepada Rasul dan Ulil Amri dari kalian maka bila terjadi perselisihan di   antara kalian tentang sesuatu kembalikanlah kepada (kitab) Allah dan (sunnah)   RasulNya bila kalian memang beriman kepada Allah dan hari akhir demikian itu   lebih baik dan lebih bagus akibatnya. “(QS. Ann Nisaa’ : 59).<br />
Allah juga berfirman : “Tentang sesuatu apapun yang kamu berselisih, maka   putusannya (harus) kepada (kitab) Allah, “(QS. Asy Syuraa : 10).</p>
<p>Dan sungguh kami telah mengembalikan masalah perayaan maulid ini kepada kitab   Allah. Kami mendapati bahwa Allah memerintahkan kita untuk ittiba’   (mengikuti) kepada Rasulullah terhadap apa yang beliau bawa dan Allah   memperingatkan kita dari apa yang dilarang. Allah juga telah memberitahukan   kepada kita bahwa Dia &#8211; Subhanahu wa Ta’ala &#8211; telah menyempurnakan Agama   Islam untuk umat ini. Sedangkan, perayaan maulid ini bukan termasuk dari apa   yang dibawa Rasulullah dan juga bukan dari agama yang telah Allah sempurnakan   untuk kita.</p>
<p>Kami juga mengembalikan masalah ini kepada sunnah Rasulullah. Dan kami tidak   menemukan di dalamnya bahwa beliau telah melakukan maulid. Beliau juga tidak   memerintahkannya dan para sahabat pun tidak melakukannya. Dari situ kita   ketahui bahwa maulid bukan dari agama Islam. Bahkan Maulid termasuk bid’ah   yang diada-adakan serta bentuk tasyabbuh (menyerupai) orang yahudi dan   nasrani dalam perayaan-perayaan mereka. Dari situ jelaslah bagi setiap orang   yang mencintai kebenaran dan adil dalam kebenaran, bahwa perayaan maulid   bukan dari agama Islam bahkan termasuk bid’ah yang diada-adakan yang mana   Allah dan Rasulnya telah memerintahkan agar meningggalkan serta berhati-hati   darinya.</p>
<p>Tidak pantas bagi orang yang berakal sehat untuk tertipu dengan banyaknya   orang yang melakukan Maulid di seluruh penjuru dunia, karena kebenaran tidak   diukur dengan banyaknya pelaku, tapi diukur dengan dalil-dalil syar’i,   sebagaimana Allah berfirman tentang Yahudi dan Nasrani : “Dan mereka (Yahudi   dan Nasrani) berkata : ‘Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali   orang-orang (yang beragama) Yahudi dan Nasrani’. Demikianlah itu (hanya)   angan-angan kosong mereka belaka. Katakanlah :’ Tunjukkanlah bukti kebenaran   jika kamu adalah orang yang benar .” (QS. Al Baqarah : 111).<br />
Allah juga berfirman : “Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang-orang di   muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh. “(QS. Al   An’aam : 116 ). Wallahu a’lamu bis-shawab.</p>
<p>Maroji’ :<br />
Diterjemahkan oleh Ustadz Abu Ilyas Agus Su’aidi As-Sadawy dari kitab   At-Tahdzir minal Bida’, hal 7-15 dan 58-59, karya Syaikh Abdul Azis bin   Abdullah bin Baaz rahimahullah. Untuk lebih jelasnya lagi dapat dilihat dalam   bebrapa rujukan berikut :<br />
1. Mukhtashor Iqtidho’ Ash Shirot Al Mustaqim (hal. 48-49) karya ibnu   Taimiyah.<br />
2. Majmu’u Fataawa (hal. 87-89) karya Asy Syaikh Muhammad bin Sholih Al   Utsaimin.</p>
<p>Sumber :<br />
BULETIN DAKWAH AT-TASHFIYYAH, Surabaya Edisi : 15 / Robi’ul Awal / 1425 HUKUM   MEMPERINGATI Maulid Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>(Dikutip dari situs   http://www.darussalaf.org/index.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=628)</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p style="text-align:center;" align="center">Silahkan menyalin &amp; memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.<br />
<strong>Sumber artikel : <em>http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=1155</em></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/azhari1991.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/azhari1991.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azhari1991.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azhari1991.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azhari1991.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azhari1991.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azhari1991.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azhari1991.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azhari1991.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azhari1991.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azhari1991.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azhari1991.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azhari1991.wordpress.com&blog=3486418&post=7&subd=azhari1991&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azhari1991.wordpress.com/2008/04/24/hukum-memperingati-maulid-nabi-muhammad-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db6bc2d1e0d03e0418fadf280dd58848?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">azhari1991</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berdzikir dengan Tasbih</title>
		<link>http://azhari1991.wordpress.com/2008/04/24/berdzikir-dengan-tasbih/</link>
		<comments>http://azhari1991.wordpress.com/2008/04/24/berdzikir-dengan-tasbih/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 04:04:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azhari1991</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[dark]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azhari1991.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Berdzikir dengan Tasbih
Selasa, 01-April-2008, Penulis: Buletin Jum’at Al-Atsariyyah 

 
Berdzikir adalah ibadah yang harus didasari dengan keikhlasan dan mutaba’ah (keteladanan) kepada Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- . karenanya seorang tidak dianjurkan menggunakan alat tasbih ketika ia berdzikir sebab tidak ada contohnya dari Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berdzikir dengannya, tapi beliau hanya berdzikir dengan jari-jemarinya. Adapun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azhari1991.wordpress.com&blog=3486418&post=6&subd=azhari1991&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span class="news-title"><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;">Berdzikir dengan Tasbih</span></span><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;"><br />
<span class="dateartikel">Selasa, 01-April-2008, Penulis: Buletin Jum’at Al-Atsariyyah </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;"><a title="printer-friendly page" href="http://www.darussalaf.org/myprint.php?id=1142" target="_blank"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span><img src="/DOCUME~1/Parna.net/LOCALS~1/Temp/msohtml1/03/clip_image001.gif" border="0" alt="" width="15" height="11" /></span><!--[endif]--></span></a><a title="kirim artikel ini kepada seseorang" href="http://www.darussalaf.org/%3C%21--%5B$links.send%5D--%3E"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span><img src="/DOCUME~1/Parna.net/LOCALS~1/Temp/msohtml1/03/clip_image002.gif" border="0" alt="" width="15" height="11" /></span><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p style="margin-bottom:12pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;">Berdzikir adalah ibadah yang harus didasari dengan keikhlasan dan mutaba’ah (keteladanan) kepada Nabi <em><span style="font-family:Tahoma;">-Shollallahu ‘alaihi wasallam-</span></em> . karenanya seorang tidak dianjurkan menggunakan alat tasbih ketika ia berdzikir sebab tidak ada contohnya dari Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berdzikir dengannya, tapi beliau hanya berdzikir dengan jari-jemarinya. Adapun hadits berikut, maka ia adalah hadits palsu, tidak boleh dijadikan hujjah dalam menetapkan sunnahnya berdzikir dengan alat tasbih</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Tahoma;color:#333333;" dir="rtl">نِعْمَ الْمُذَكِّرُ السُّبْحَةُ وَإِنَّ<br />
أَفْضَلَ مَا يُسْجَدُ عَلَيْهِ الْأَرْضُ وَمَا أَنْبَتَتْهُ الْأَرْضُ </span><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;"><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;">&#8220;Sebaik-baik pengingat adalah alat tasbih. Sesungguhnya sesuatu yang paling afdhol untuk ditempati bersujud adalah tanah dan sesuatu yang ditumbuhkan oleh tanah&#8221;. </span></em><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;">[HR.Ad-Dailamiy (4/98- sebagaimana dalam <em><strong><span style="font-family:Tahoma;">Mukhtashar</span></strong></em>-nya)]<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;"><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;"><br />
Hadits ini adalah hadits yang palsu sebagaimana yang dinyatakan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam <em><strong><span style="font-family:Tahoma;">Adh-Dho’ifah </span></strong></em>(83), karena adanya rawi-rawi yang majhul. Selain itu hadits ini secara makna adalah batil, sebab tasbih tidak ada di zaman Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;">Sumber :</span></strong><strong><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;"><br />
</span></strong><em><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;">Rubrik Hadits Lemah Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 57 Tahun  I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512</span></em><em><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;"><br />
<em><span style="font-family:Tahoma;">(a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Dewan Redaksi : Santri Ma’had Tanwirus Sunnah – Gowa. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary,Lc. Layout : Abu Dzikro. Untuk berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary (085255974201). (infaq Rp. 200,-/exp) </span></em></span></em><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;color:#333333;">http://almakassari.com/?p=250</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/azhari1991.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/azhari1991.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azhari1991.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azhari1991.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azhari1991.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azhari1991.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azhari1991.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azhari1991.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azhari1991.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azhari1991.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azhari1991.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azhari1991.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azhari1991.wordpress.com&blog=3486418&post=6&subd=azhari1991&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azhari1991.wordpress.com/2008/04/24/berdzikir-dengan-tasbih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db6bc2d1e0d03e0418fadf280dd58848?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">azhari1991</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/Parna.net/LOCALS~1/Temp/msohtml1/03/clip_image001.gif" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/Parna.net/LOCALS~1/Temp/msohtml1/03/clip_image002.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ahli Bid’ah Lebih Jahat Dari Orang Yang Fasiq</title>
		<link>http://azhari1991.wordpress.com/2008/04/24/ahli-bid%e2%80%99ah-lebih-jahat-dari-orang-yang-fasiq/</link>
		<comments>http://azhari1991.wordpress.com/2008/04/24/ahli-bid%e2%80%99ah-lebih-jahat-dari-orang-yang-fasiq/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 04:02:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azhari1991</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[dark]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azhari1991.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[42h4r1 5ubr0to
Selasa, 30 Maret 2004 &#8211; 09:17:19 :: kategori Manhaj
Penulis: Lamudduril Mantsur minal Qaulil Ma&#8217;tsur
Dikirim azharisubroto
.: :.
BAB 15
Ahli Bid’ah Lebih Jahat Dari Orang Yang Fasiq
134. Abu Musa berkata :
“Bertetangga dengan yahudi dan nashrani lebih aku sukai daripada bertetangga dengan pengekor hawa nafsu (ahli bid’ah) karena ini menyebabkan hatiku berpenyakit.” (Al Ibanah 2/468 nomor 469)
135. Yunus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azhari1991.wordpress.com&blog=3486418&post=5&subd=azhari1991&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>42h4r1 5ubr0to</p>
<p class="MsoNormal">Selasa, 30 Maret 2004 &#8211; 09:17:19 :: kategori <a href="http://salafy.or.id/salafy.php?menu=arsip&amp;cat_id=2">Manhaj</a></p>
<p class="MsoNormal">Penulis: Lamudduril Mantsur minal Qaulil Ma&#8217;tsur</p>
<p class="MsoNormal">Dikirim azharisubroto</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right">.: <a href="http://salafy.or.id/print.php?id_artikel=594" target="_blank"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span><img src="/DOCUME~1/Parna.net/LOCALS~1/Temp/msohtml1/03/clip_image001.gif" border="0" alt="" width="16" height="16" /></span><!--[endif]--></span></a>:.</p>
<p class="MsoNormal"><a href="Bahasa%20sunda.pptx">BAB 15</a><br />
Ahli Bid’ah Lebih Jahat Dari Orang Yang Fasiq</p>
<p>134. Abu Musa berkata :<br />
<em>“Bertetangga dengan yahudi dan nashrani lebih aku sukai daripada bertetangga dengan pengekor hawa nafsu (ahli bid’ah) karena ini menyebabkan hatiku berpenyakit.”</em> (Al Ibanah 2/468 nomor 469)<br />
135. Yunus bin Ubaid berkata kepada anaknya :<br />
<em>“Saya larang kamu berzina, mencuri, dan minum khomer namun seandainya kamu bertemu Allah Azza wa Jalla dengan (masih) berbuat ini lebih saya sukai daripada kamu bertemu Allah membawa pemikiran Amru bin Ubaid dan shahabat-shahabatnya.” </em>(Al Ibanah 2/466 nomor 464)<br />
136. Abul Jauza berkata :<br />
<em>[ Seandainya tetanggaku kera dan babi itu lebih aku sukai daripada seorang dari ahli ahwa menjadi tetanggaku dan sungguh mereka termasuk yang disebut dalam ayat :<br />
Dan jika mereka bertemu kamu, mereka berkata : “Kami beriman.” Dan jika mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jarinya lantaran marah dan benci kepadamu. Katakanlah : “Matilah kamu karena kemarahanmu itu.” Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.</em> (QS. Ali Imran : 119) (Al Ibanah 2/467 nomor 466-467) ]<br />
137. Al Awwam bin Hausyab berkata mengenai anaknya, Isa :<br />
<em>“Demi Allah, sungguh jika aku lihat Isa duduk dengan tukang musik dan peminum khomer dan orang yang bicara sia-sia lebih aku sukai daripada aku melihatnya duduk dengan tukang debat ahli bid’ah.”</em> (Al Bida’ 56)<br />
138. Yahya bin Ubaid berkata :<br />
Seorang Mu’tazili menemuiku ingin bicara. Lalu saya berdiri dan berkata :<br />
<em>“Kamu yang pergi dari sini atau saya karena sesungguhnya saya berjalan dengan nashrani lebih saya sukai daripada berjalan bersamamu.”</em> (Al Bida’ 59)<br />
139. Arthaah bin Al Mundzir berkata :<br />
<em>“Seandainya anakku termasuk salah satu dari orang yang fasiq lebih aku sukai daripada dia menjadi seorang pengekor hawa nafsu (ahli bid’ah).”</em> (Asy Syarhu wal Ibanah Ibnu Baththah 132 nomor 87)<br />
140. Sa’id bin Jubair berkata :<br />
<strong><em>“Seandainya anakku berteman dengan orang fasiq licik tapi sunniy lebih aku cintai daripada ia berteman dengan ahli ibadah namun mubtadi’.” </em></strong>(Ibid nomor 89)<br />
141. Ketika dikatakan kepada Malik bin Mighwal bahwa anaknya bermain-main dengan burung, ia berkata:<br />
<em>“Alangkah baiknya apa yang menyibukkannya dari berteman dengan mubtadi’.”</em> (Ibid 133 nomor 90)<br />
142. Imam Al Barbahary berkata :<br />
<em>“Jika kamu dapati seorang sunniy yang jelek thariqah dan madzhabnya, fasiq dan fajir (durhaka), ahli maksiat sesat namun ia berpegang dengan sunnah, bertemanlah dengannya, duduklah bersamanya sebab kemaksiatannya tidak akan membahayakanmu. Dan jika kamu lihat seseorang giat beribadah, meninggalkan kesenangan dunia, bersemangat dalam ibadah, pengekor hawa nafsu (ahli bid’ah) maka jangan bermajelis atau duduk bersamanya dan jangan pula dengarkan ucapannya serta jangan berjalan bersamanya di suatu jalan karena saya tidak merasa aman kalau kamu merasa senang berjalan dengannya lalu kamu celaka bersamanya.”</em> (Syarhus Sunnah 124 nomor 149)<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">143. Abu Hatim berkata, saya mendengar Ahmad bin Sinan mengatakan :<br />
<em>“Seandainya bertetangga denganku pemusik tetap lebih aku sukai daripada ahli bid’ah yang jadi jiranku. Karena pemusik itu mungkin dapat untuk saya larang dan saya hancurkan musiknya (tamburnya) sedang mubtadi’ ia merusak semua manusia, tetangga maupun para pemuda (tanpa disadari, ed.)”</em> (Al Ibanah 2/469 nomor 473)<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">144. Imam Asy Syafi’iy &#8211;rahimahullah&#8211; berkata :<br />
<em>“Jika seorang hamba menghadap Allah dengan segenap dosa kecuali syirik jauh lebih baik (lebih ringan dosanya, ed.) daripada ia menghadap Allah membawa sesuatu berupa hawa nafsu (bid’ah).”</em> (Syarhus Sunnah halaman 124, disandarkan kepada Al Baihaqy dalam I’tiqad 158)<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">145. Imam Ahmad berkata :<br />
<em>“Kuburan Ahli Sunnah pelaku dosa besar bagaikan taman sedang kuburnya ahli bid’ah biarpun ahli zuhud adalah jurang (neraka). Orang fasiq di kalangan Ahli Sunnah termasuk wali-wali Allah sedang orang-orang zuhud (ahli ibadah) dari kalangan ahli bid’ah adalah musuh-musuh Allah.”</em> (Thabaqat Hanabilah 1/184)</p>
<p>(Sumber : Kilauan Mutiara Hikmah Dari Nasihat Salaful Ummah, terjemah dari kitab Lamudduril Mantsur minal Qaulil Ma&#8217;tsur, karya Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan Al Haritsi. Diterjemahkan oleh Ustadz Idral Harits, Pengantar Ustadz Muhammad Umar As Sewwed. Diambil dari <a href="www.assunnah.cjb.net">www.assunnah.cjb.net</a>.)</p>
<p class="MsoNormal">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/azhari1991.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/azhari1991.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azhari1991.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azhari1991.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azhari1991.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azhari1991.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azhari1991.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azhari1991.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azhari1991.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azhari1991.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azhari1991.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azhari1991.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azhari1991.wordpress.com&blog=3486418&post=5&subd=azhari1991&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azhari1991.wordpress.com/2008/04/24/ahli-bid%e2%80%99ah-lebih-jahat-dari-orang-yang-fasiq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db6bc2d1e0d03e0418fadf280dd58848?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">azhari1991</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/Parna.net/LOCALS~1/Temp/msohtml1/03/clip_image001.gif" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>